Hembus angin yang pernah kau tiupkan
Dan membelai sekejap berandaku
Menghilang seiring pekat awan yang datang
Tak berbekas tuju kemana arah menghilang
Entah..
Sapa senyum yang pernah datang
Beraroma merah kasih rindu
Tak lagi datang hampiri keberadaan
Menguap bersama keakuan rasaku atas rasamu
Hilang..
Dalam hela kediaman
Sumpah serapah menjadi akhir kisah
Aku gamang dalam langkah
Dalam kerinduan yang hanya mampu kupatahkan
Resah..
Seperti katamu aku yang akan terluka
Seperti katamu aku yang akan menyinta
Seperti katamu aku yang akan nestapa
Seperti katamu “ dan aku akan melupa”
Katamu..
Angin Awan Aroma Rasa
Hembuskan doa tertulus dari jiwa
Semoga tak layu jiwa yang membeku
Entah di belahan bumi mana berada
Semoga Bahagia..
Senin, 23 April 2012
Minggu, 01 April 2012
``` A D U H A I ```
ADUHAI…
Senandungku lirih..nyaris tak terdengar
Saat kelu begitu menyekat di ujung kisah
Saat duri duri halus yang tak tampak
kau tebar di antara rerumputan hujau taman
Aku hanya ilalang hijau
yang nyaman tuk kau rebah
Saat kau lelah pada bingar resah cerita
Saat kau berpeluh dengan gelombang pasang kehidupan
Aku hanya ilalang kering
Saat lelahmu tlah hilang
Saat resahmu tlah berkurang
Jejakmu menapak keras tubuh ringkih hijauku
Saat kau taburkan duri racun dan merajam
Saat pelan kau matikan akar
saat hijauku menjadi kering dan kerontang
Saat kau tertawa dia atas rapuh rapuh helaiku
Perih…senandungku lirih
Saat kesejukan dalam lelapmu
Kau gantikan dengan koyak dedaunku
Pedih…tusukan halus yang bertubi kau tancapkan
Aduhai....kau pembawa pelita
Masih kau cabuti sang ilalang kering
Tuk kau bakar dalam tungku
Tuk menghangatkan gigilmu
Saat dingin Laila selimuti jiwa dan hatimu yang sedang merindu
Hingga tak tersisa lagi..hijau
Atau kuning kering yang layu
Aduhai…Sadis…..
Senandungku lirih..nyaris tak terdengar
Saat kelu begitu menyekat di ujung kisah
Saat duri duri halus yang tak tampak
kau tebar di antara rerumputan hujau taman
Aku hanya ilalang hijau
yang nyaman tuk kau rebah
Saat kau lelah pada bingar resah cerita
Saat kau berpeluh dengan gelombang pasang kehidupan
Aku hanya ilalang kering
Saat lelahmu tlah hilang
Saat resahmu tlah berkurang
Jejakmu menapak keras tubuh ringkih hijauku
Saat kau taburkan duri racun dan merajam
Saat pelan kau matikan akar
saat hijauku menjadi kering dan kerontang
Saat kau tertawa dia atas rapuh rapuh helaiku
Perih…senandungku lirih
Saat kesejukan dalam lelapmu
Kau gantikan dengan koyak dedaunku
Pedih…tusukan halus yang bertubi kau tancapkan
Aduhai....kau pembawa pelita
Masih kau cabuti sang ilalang kering
Tuk kau bakar dalam tungku
Tuk menghangatkan gigilmu
Saat dingin Laila selimuti jiwa dan hatimu yang sedang merindu
Hingga tak tersisa lagi..hijau
Atau kuning kering yang layu
Aduhai…Sadis…..
Selasa, 06 Maret 2012
DIANTARA KEDIAMAN
Diantara kediaman dan kerinduan
doantara tajam mata dan kesyahduan
diantara pelupuk rindu dan punguk rembulan
Ada nelangsa yang bernama resah
ada lara yang bernama gundah
akan seraut wajah dalam siluet malam
akan satu hati yang pernah ada dalam mimpi
akan satu janji yang pernah berikrar
tentang aku yang pernah kau jadikan bidadaril penerang gulitamu
Masih..
Ada geliat geloraku akan teriak panggilmu
masih…
ada piluku akan idam pujamu
masih..
ada lukaku akan kerinduan padamu
Kau..yang memberi warna beda dalam guratan kisahku
kau..yang kuberi nama gelora cintaku
Kau..lelaki dalam kegelapan
Yang telah memenjarakan hati
dia antara jeruji tajam matamu…
Kau……yang memanggilku..me angel sha…
Nirwana 73012
doantara tajam mata dan kesyahduan
diantara pelupuk rindu dan punguk rembulan
Ada nelangsa yang bernama resah
ada lara yang bernama gundah
akan seraut wajah dalam siluet malam
akan satu hati yang pernah ada dalam mimpi
akan satu janji yang pernah berikrar
tentang aku yang pernah kau jadikan bidadaril penerang gulitamu
Masih..
Ada geliat geloraku akan teriak panggilmu
masih…
ada piluku akan idam pujamu
masih..
ada lukaku akan kerinduan padamu
Kau..yang memberi warna beda dalam guratan kisahku
kau..yang kuberi nama gelora cintaku
Kau..lelaki dalam kegelapan
Yang telah memenjarakan hati
dia antara jeruji tajam matamu…
Kau……yang memanggilku..me angel sha…
Nirwana 73012
Sabtu, 03 Maret 2012
BIDADARI
dalam rapuh sayapku yang terkoyak
pada setiap rapuh ku berjejak
terhuyugku limbungku
...
Dimana arah
dimana suka
dimana bahagia
rasa yang tak kukenal saat aku terlunta
Hingga,
datangmu menyeruak
membelai lukaku
lembut ..
hangad tatap matamu syahdu mendekapku
Kuat..
pesona tegarmu
memapah langkahku menuju arah pulang
Dimana aku lari mejauh
Kau ..Sahajaku
Bidadari dalam jiwamu
Meski kau tak bersayap
adamu selalu membuatku terbang
Kau bidadari hidupku..
Pembawa sayap Asa jiwa
*****
Senandung kabut malam Syahdu..
untuk semua bidadari bagi hidup, jiwa, dan detak nafas yang mencintainya
persembahan tulisan itu untuk kaum adam agar sadar bahwa terkadang
seseorang yg dianggap biasa dan tebiasa menemaninya adalah bidadari
pada setiap rapuh ku berjejak
terhuyugku limbungku
...
Dimana arah
dimana suka
dimana bahagia
rasa yang tak kukenal saat aku terlunta
Hingga,
datangmu menyeruak
membelai lukaku
lembut ..
hangad tatap matamu syahdu mendekapku
Kuat..
pesona tegarmu
memapah langkahku menuju arah pulang
Dimana aku lari mejauh
Kau ..Sahajaku
Bidadari dalam jiwamu
Meski kau tak bersayap
adamu selalu membuatku terbang
Kau bidadari hidupku..
Pembawa sayap Asa jiwa
*****
Senandung kabut malam Syahdu..
untuk semua bidadari bagi hidup, jiwa, dan detak nafas yang mencintainya
persembahan tulisan itu untuk kaum adam agar sadar bahwa terkadang
seseorang yg dianggap biasa dan tebiasa menemaninya adalah bidadari
PESTA MALAM
ku terdiam
sendiri di ujung malam
gemerlap silau warna di sekitar
ahh...ramai riuh itu buatku kikuk
langkah gotai terkayuh
gerimis masih saja temani langkahku
dingiiin....
menusuk hujam tulang rusukku
yang selalu merindu lengkapi mu
Malam....semakin panas di atas trotoar jalanan
sorak sorai pesta belum usai
tubuh2 basah berand peluh
diantara nikmat desah yang menggema..
ku linglung....
ingin kucari diam...
tanpa suara dan kebisingan itu...
dimana lenteraku...
meski kecil pijar kan hangatkan gigilku
aku puti kelam nyata ..
menggigil dalam derai isak..
akan rindu kedamaian
keheningan..
padamu duhai pemilik jiwaku...
Aku RINDU...
terpeluk dalam rebah kasihMu
sendiri di ujung malam
gemerlap silau warna di sekitar
ahh...ramai riuh itu buatku kikuk
langkah gotai terkayuh
gerimis masih saja temani langkahku
dingiiin....
menusuk hujam tulang rusukku
yang selalu merindu lengkapi mu
Malam....semakin panas di atas trotoar jalanan
sorak sorai pesta belum usai
tubuh2 basah berand peluh
diantara nikmat desah yang menggema..
ku linglung....
ingin kucari diam...
tanpa suara dan kebisingan itu...
dimana lenteraku...
meski kecil pijar kan hangatkan gigilku
aku puti kelam nyata ..
menggigil dalam derai isak..
akan rindu kedamaian
keheningan..
padamu duhai pemilik jiwaku...
Aku RINDU...
terpeluk dalam rebah kasihMu
Langganan:
Postingan (Atom)




